Bisnis Jamu Kunyit Asam

Analisa Bisnis Jamu Kunyit Asam

Tidak hanya bisnis minuman kekinian seperti boba dan sejenisnya yang bisa berpotensi sukses. Bisnis jamu kunyit asam yang notabennya merupakan produk untuk kesehatan juga bisa sukses. Namun ingat, marketing dan analisa bisnis jamu kunyit asam perlu dipikirkan sebelum memulai menjalankan ide bisnis tersebut.

Terkait dengan hal tersebut, pada kesempatan kali ini kami akan berikan uraian secara lengkap perihal analisa bisnis jamu kunyit asam yang perlu diperhatikan dan dipelajari. Simak informasi di bawah ini!

Analisa Bisnis Jamu Kunyit Asam

Bisnis jamu kunyit asam merupakan sebuah ide bisnis dalam rangka mempertahankan dan mengangkat kembali industri jamu tradisional menjadi minuman modern dan ternyata menjadi sebuah ide bisnis yang bisa memberikan keuntungan cukup besar bagi pelaku usaha.

Sensasi segar, lezat dan sehat yang diberikan dan berkolaborasi menjadi satu tentu membuat siapa pun tidak akan pikir panjang membelinya. Dengan kelebihan tersebut, cara promosi suatu bisnis jamu kunyit asam juga akan jauh lebih mudah karena menjual sesuatu yang segar sekaligus sehat sedang menjadi nilai tambah saat ini.

Lantas analisa bisnis jamu kunyit asam yang penting dipahami pelaku bisnis seperti apa?

Berikut contoh analisa keuangan usaha yang bisa dipraktekkan  dengan asumsi yang digunakan sebagai berikut :

  • Terjadinya penyusutan etalase 3 tahun
  • Penyusutan meja kursi 2 tahun
  • Penyusutan kompor 2 tahun

Adapun penyusutan perlengkapan lain yang perlu dihitung dengan rincian sebagai berikut :

Biaya investasi

Etalase = Rp 203.000,00

Meja kursi  = Rp 405.000,00

Kompor = Rp 635.000,00

Lain – lain = Rp 749.000,00

Sehingga total biaya investasi yang harus dikeluarkan sebesar Rp 1.992.000,00

Biaya operasional

Biaya tetap terdiri atas rincian sebagai berikut :

  • Penyusutan etalase 1/36 * 203.000,00 = Rp 5.639,00
  • Penyusutan meja kursi 1/24 * 405.000,00 = Rp 16.875,00
  • Penyusutan dan kompor 1/24 * 635.000,00 = Rp 26.458,00
  • Penyusutan lainnya 1/24*749.000,00 = Rp 31.208,00
  • Uang kebersihan Rp 6.000,00
  • Upah karyawan Rp 70.000,00

Sehingga total biaya tetap yang harus dikeluarkan sebesar Rp 156.181,00

Biaya variabel

Dana pembelian yang harus Anda persiapkan :

  • Kunir asem = Rp 57.000,00
  • Asam kawak = Rp 18.000,00
  • Gula aren = Rp 41.000,00
  • Jeruk nipis tua = Rp 4.000,00
  • Garam = Rp 8.000,00
  • Lain – lain = Rp 25.000,00

Total biaya variabel Rp 96.000,00

Total biaya operasional Rp 252.181,00

Estimasi pendapatan

Penerimaan satu hari yang bisa Anda dapatkan jika satu botol kunyit asam dijual seharga 18 ribu rupiah sementara satu hari bisa terjual 35 botol, sebagai berikut :

  • 35 botol jamu kunyit terjual @ Rp 18.000,00 = Rp 630.000,00

Dari pendapatan tersebut dikurangi biaya – biaya jika satu hari bisa mendapatkan keuntungan Rp 377.819,00 maka dalam satu bulan Anda berpotensi mendapatkan Rp 11.334.583,00.

Adapun berapa lama modal tersebut akan kembali perhitungannya sebagai berikut :

Total biaya investasi : keuntungan penjualan

Rp 1.992.000,00 : Rp 11.334.583,00 = 0,18

Sehingga dari asumsi dan contoh analisa bisnis jamu kunyit asam di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa jika dalam satu hari produk Anda terjual 35 pcs saja dalam satu bulan Anda bisa mendapatkan keuntungan yang besar dan bisa balik modal setidaknya 0,18 bulan atau dalam setengah bulan saja.

Itulah cara perhitungan sekaligus analisa bisnis jamu kunyit asam yang perlu Anda tahu dan pahami. Semoga menjadi informasi yang menginspirasi khususnya jika memang Anda memiliki bakat dalam membuat suatu produk minuman sehat.